Selasa, 24 Februari 2015

Sejarah Kopi


Sejarah Kopi Dunia

Tanaman kopi diduga berasal dari Benua Afrika, tepatnya dari Negara Ethiopia (Pangabean, 2011: 2). Dimulai paa abad ke-9, seorang pemuda yang tidak sengaja memakan biji mentah yang didapatnya dari semak belukar. Pemuda tersebut bernama Kaldi. Dia kemudian merasakan berubahan yang luar biasa saat setelah memakan biji tersebut. Biji mentah yang dimakan Kaldi merupakan biji kopi.

Biji kopi yang telah kering, kemudian digoreng dan ditumbuk atau digiling sampai halus sebagai bubuk untuk dibuat minuman. Negara-negara pemakai kopi ini pertama-tama adalah Arabia pada pertengahan abad XV (Aak, 1988: 12). Akhirnya minuman kopi tersebar luas di Negara di Timur Tengah, seperti di Kairo pada tahun 1510 Konstantinopel (Turki) kurang lebih pada tahun 1550. Selanjutnya pada tahun1616 kopi mulai masuk ke Eropa. Pada tahun yang sama minuman kopi masuk ke Italia. Setelah itu berlanjut dengan pembukaan kedai kopi bernama Botega Delcafe pada tahun 1645 yang kemudian menjadi pusat pertemuan cerdik pandai di negara pizza tersebut. Di Kota London, coffee house pertama dibuka di George Yard di Lombat Sreet dan di Paris, kedai kopi dibuka pada tahun 1671 di Saint Germain Fair.




Gambar: http://id.aliexpress.com

Pada tahun 1607 Kapten John Smith memperkenalkan minuman kopi di amerika Utara saat bertugas untuk menemukan koloni Virginia di Jamestown (Desintya Dewi, 2012: 7). Sedangkan di Amerika, kopi dijadikan sebagai minuman nasional di Amerika Serikat dan menjadi menu utama di meja-meja makan pagi. Meskipun perkembangan kopi begitu pesat pada abad-abad itu tetapi orang-orang Arab telah lebih dulu memonopolinya sebagai tanaman, dan mereka hanya mengekspor kopi yang sudah digoreng atau digonseng.

Masuknya tanaman kopi ke Indonesia khususnya di Pulau Jawa terjadi pada tahun 1700-an. Awalnya, seorang berkebangsaan Belanda membawa tanaman kopi jenis arabika ke Botanic Garden di Amsterdam, Belanda (Pangabean, 2011: 4). Kopi arabika pertama-tama ditanam dan dikembangkan di sebuah tempat di timur Jatinegara, yang menggunakan tanah partikelir Kesawung yang kini lebih dikenal Pondok Kopi.

Kemudian kopi arabika menyebar ke berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Bogor, Sukabumi, Banten, dan Priangan, melalui sistem tanam paksa. Setelah menyebar ke Pulau Jawa, tanaman kopi kemudian menyebar ke daerah lain, seperti Pulau Sumatera, Sulawesi, Bali, dan Timor. Bahkan kopi arabika yang semula ditanam di Brasil (negara produsen kopi terbesar di dunia) konon bibitnnya berasal dari Pulau Jawa, ungkap Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jawa Timur Mudrig Yahmadi.

Dalam sejarahnya, Indonesia bahkan pernah menjadi produsen kopi arabika terbesar di dunia, walaupun tidak lama akibat munculnya serangan hama karat daun. Serangan hama yang disebabkan cendawan hemileia vastatrix tersebut menyerang tanaman kopi di Indonesia sekitar abad ke-19 (http://sejarahbangsaindonesia.blogdetik.com/sejarah-kopi/,25/11/2012).
Pada tahun 1607 Kapten John Smith memperkenalkan minuman kopi di amerika Utara saat bertugas untuk menemukan koloni Virginia di Jamestown (Desintya Dewi, 2012: 7). Sedangkan di Amerika, kopi dijadikan sebagai minuman nasional di Amerika Serikat dan menjadi menu utama di meja-meja makan pagi. Meskipun perkembangan kopi begitu pesat pada abad-abad itu tetapi orang-orang Arab telah lebih dulu memonopolinya sebagai tanaman, dan mereka hanya mengekspor kopi yang sudah digoreng atau digonseng.

Masuknya tanaman kopi ke Indonesia khususnya di Pulau Jawa terjadi pada tahun 1700-an. Awalnya, seorang berkebangsaan Belanda membawa tanaman kopi jenis arabika ke Botanic Garden di Amsterdam, Belanda (Pangabean, 2011: 4). Kopi arabika pertama-tama ditanam dan dikembangkan di sebuah tempat di timur Jatinegara, yang menggunakan tanah partikelir Kesawung yang kini lebih dikenal Pondok Kopi.

Kemudian kopi arabika menyebar ke berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Bogor, Sukabumi, Banten, dan Priangan, melalui sistem tanam paksa. Setelah menyebar ke Pulau Jawa, tanaman kopi kemudian menyebar ke daerah lain, seperti Pulau Sumatera, Sulawesi, Bali, dan Timor. Bahkan kopi arabika yang semula ditanam di Brasil (negara produsen kopi terbesar di dunia) konon bibitnnya berasal dari Pulau Jawa, ungkap Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jawa Timur Mudrig Yahmadi.


Dalam sejarahnya, Indonesia bahkan pernah menjadi produsen kopi arabika terbesar di dunia, walaupun tidak lama akibat munculnya serangan hama karat daun. Serangan hama yang disebabkan cendawan hemileia vastatrix tersebut menyerang tanaman kopi di Indonesia sekitar abad ke-19 (http://sejarahbangsaindonesia.blogdetik.com/sejarah-kopi/,25/11/2012).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar