Sejarah Kopi Dunia
Tanaman
kopi diduga berasal dari Benua Afrika, tepatnya dari Negara Ethiopia
(Pangabean, 2011: 2). Dimulai paa abad ke-9, seorang pemuda yang tidak sengaja
memakan biji mentah yang didapatnya dari semak belukar. Pemuda tersebut bernama
Kaldi. Dia kemudian merasakan berubahan yang luar biasa saat setelah memakan
biji tersebut. Biji mentah yang dimakan Kaldi merupakan biji kopi.
Biji
kopi yang telah kering, kemudian digoreng dan ditumbuk atau digiling sampai
halus sebagai bubuk untuk dibuat minuman. Negara-negara pemakai kopi ini
pertama-tama adalah Arabia pada pertengahan abad XV (Aak, 1988: 12). Akhirnya
minuman kopi tersebar luas di Negara di Timur Tengah, seperti di Kairo pada
tahun 1510 Konstantinopel (Turki) kurang lebih pada tahun 1550. Selanjutnya
pada tahun1616 kopi mulai masuk ke Eropa. Pada tahun yang sama minuman kopi
masuk ke Italia. Setelah itu berlanjut dengan pembukaan kedai kopi bernama
Botega Delcafe pada tahun 1645 yang kemudian menjadi pusat pertemuan cerdik
pandai di negara pizza tersebut. Di Kota London, coffee house pertama dibuka di
George Yard di Lombat Sreet dan di Paris, kedai kopi dibuka pada tahun 1671 di
Saint Germain Fair.
Gambar: http://id.aliexpress.com
Pada
tahun 1607 Kapten John Smith memperkenalkan minuman kopi di amerika Utara saat
bertugas untuk menemukan koloni Virginia di Jamestown (Desintya Dewi, 2012: 7).
Sedangkan di Amerika, kopi dijadikan sebagai minuman nasional di Amerika
Serikat dan menjadi menu utama di meja-meja makan pagi. Meskipun perkembangan
kopi begitu pesat pada abad-abad itu tetapi orang-orang Arab telah lebih dulu
memonopolinya sebagai tanaman, dan mereka hanya mengekspor kopi yang sudah
digoreng atau digonseng.
Masuknya
tanaman kopi ke Indonesia khususnya di Pulau Jawa terjadi pada tahun 1700-an.
Awalnya, seorang berkebangsaan Belanda membawa tanaman kopi jenis arabika ke
Botanic Garden di Amsterdam, Belanda (Pangabean, 2011: 4). Kopi arabika
pertama-tama ditanam dan dikembangkan di sebuah tempat di timur Jatinegara,
yang menggunakan tanah partikelir Kesawung yang kini lebih dikenal Pondok Kopi.
Kemudian
kopi arabika menyebar ke berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Bogor,
Sukabumi, Banten, dan Priangan, melalui sistem tanam paksa. Setelah menyebar ke
Pulau Jawa, tanaman kopi kemudian menyebar ke daerah lain, seperti Pulau
Sumatera, Sulawesi, Bali, dan Timor. Bahkan kopi arabika yang semula ditanam di
Brasil (negara produsen kopi terbesar di dunia) konon bibitnnya berasal dari
Pulau Jawa, ungkap Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Asosiasi Eksportir Kopi
Indonesia (AEKI) Jawa Timur Mudrig Yahmadi.
Dalam
sejarahnya, Indonesia bahkan pernah menjadi produsen kopi arabika terbesar di
dunia, walaupun tidak lama akibat munculnya serangan hama karat daun. Serangan
hama yang disebabkan cendawan hemileia vastatrix tersebut menyerang tanaman
kopi di Indonesia sekitar abad ke-19 (http://sejarahbangsaindonesia.blogdetik.com/sejarah-kopi/,25/11/2012).
Pada
tahun 1607 Kapten John Smith memperkenalkan minuman kopi di amerika Utara saat
bertugas untuk menemukan koloni Virginia di Jamestown (Desintya Dewi, 2012: 7).
Sedangkan di Amerika, kopi dijadikan sebagai minuman nasional di Amerika
Serikat dan menjadi menu utama di meja-meja makan pagi. Meskipun perkembangan
kopi begitu pesat pada abad-abad itu tetapi orang-orang Arab telah lebih dulu
memonopolinya sebagai tanaman, dan mereka hanya mengekspor kopi yang sudah
digoreng atau digonseng.
Masuknya
tanaman kopi ke Indonesia khususnya di Pulau Jawa terjadi pada tahun 1700-an.
Awalnya, seorang berkebangsaan Belanda membawa tanaman kopi jenis arabika ke
Botanic Garden di Amsterdam, Belanda (Pangabean, 2011: 4). Kopi arabika
pertama-tama ditanam dan dikembangkan di sebuah tempat di timur Jatinegara,
yang menggunakan tanah partikelir Kesawung yang kini lebih dikenal Pondok Kopi.
Kemudian
kopi arabika menyebar ke berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Bogor,
Sukabumi, Banten, dan Priangan, melalui sistem tanam paksa. Setelah menyebar ke
Pulau Jawa, tanaman kopi kemudian menyebar ke daerah lain, seperti Pulau
Sumatera, Sulawesi, Bali, dan Timor. Bahkan kopi arabika yang semula ditanam di
Brasil (negara produsen kopi terbesar di dunia) konon bibitnnya berasal dari
Pulau Jawa, ungkap Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Asosiasi Eksportir Kopi
Indonesia (AEKI) Jawa Timur Mudrig Yahmadi.
Dalam
sejarahnya, Indonesia bahkan pernah menjadi produsen kopi arabika terbesar di
dunia, walaupun tidak lama akibat munculnya serangan hama karat daun. Serangan
hama yang disebabkan cendawan hemileia vastatrix tersebut menyerang tanaman
kopi di Indonesia sekitar abad ke-19 (http://sejarahbangsaindonesia.blogdetik.com/sejarah-kopi/,25/11/2012).


